Penanaman dan Pemeliharaan Pohon di Tahura Sultan Syarif Hasyim
Program dua tahap yang menggabungkan penanaman pohon, monitoring, pemeliharaan, dan penyulaman pada areal seluas tiga hektare di Tahura Sultan Syarif Hasyim.
Program dua tahap yang menggabungkan penanaman pohon, monitoring, pemeliharaan, dan penyulaman pada areal seluas tiga hektare di Tahura Sultan Syarif Hasyim.
Pemetaan partisipatif, pendampingan pengelolaan hutan, dan pengembangan penghidupan berbasis jernang bersama kelompok masyarakat di Bukit Batabuh, Singingi.
Kolaborasi 2016–2017 yang menghimpun 67 set data geospasial, menyusun metadata, dan menerapkan metode analisis kawasan hutan di Siak dan Pelalawan.
Hutanriau mendampingi 29 kelompok masyarakat di 11 desa melalui tahap penanaman dan pemeliharaan dalam program rehabilitasi seluas 8.750 ha di KPH Singingi.
Infrastruktur air bersih bagi 60 keluarga di Lubuk Bigau serta perbaikan sarana air dan sanitasi untuk 104 siswa dan guru di SMP Negeri Satu Atap Tanjung Sari.
Perencanaan penggunaan lahan partisipatif di enam lokasi di Riau dan Sumatera Barat yang memadukan pengetahuan masyarakat, analisis spasial, dan prioritas pembangunan setempat.
Hutanriau menanam 1.000 batang bambu pada area 10 ha di Tahura Sultan Syarif Hasyim, mencatat tingkat hidup 76 persen dalam sensus awal, dan menambahkan 150 tanaman buah hutan pada blok koleksi satu hektare.
Program desa terpadu yang memadukan pemantauan lingkungan, pendidikan, usaha lokal, penataan ruang, dan infrastruktur kunjungan di Lubuk Bigau.
Studi etnobotani berbasis masyarakat yang mendokumentasikan 95 jenis tumbuhan obat dan 55 ramuan obat tradisional di Lubuk Bigau.
Inisiatif penghidupan dan konservasi sungai yang menguji bahan minyak atsiri lokal, memperkuat keterampilan usaha masyarakat, serta menghubungkan penebaran benih ikan dengan tata kelola sungai berbasis adat di Lubuk Bigau.