PENDEKATAN KAMI

Bagaimana Informasi Lapangan Menentukan Cara Kami Bekerja

Yayasan Hutanriau memulai setiap proyek dengan memahami lokasi, masyarakat dan lembaga yang terlibat, serta informasi yang sudah tersedia. Peta, wawancara, observasi lapangan, dan catatan proyek membantu menentukan apa yang perlu dilakukan dan cara menilai kemajuannya.

Staf KPH Singingi dan anggota masyarakat dalam diskusi lapangan.
Dua anggota patroli hutan masyarakat berjalan melewati vegetasi tropis yang lebat.

CARA KAMI BEKERJA

Dirancang Berdasarkan Kondisi Lapangan

Proyek dirancang berdasarkan kondisi yang tercatat di setiap lokasi, bukan dengan menerapkan satu model yang sama di semua tempat.

Bergantung pada penugasan, Hutanriau dapat memfasilitasi pemetaan partisipatif, menilai penggunaan lahan, menyelenggarakan diskusi, melakukan survei, melatih pemantau lokal, atau membantu mitra meninjau catatan proyek. Kelompok masyarakat, lembaga pemerintah, dan mitra lainnya menjalankan peran yang berbeda sesuai dengan proyek.

Pada tahap awal, pihak-pihak yang terlibat menyepakati pembagian peran, cara mengambil keputusan, langkah perlindungan, dan dokumentasi yang diperlukan untuk menilai hasil. Tim lapangan kemudian meninjau apa yang berubah, apa yang masih belum pasti, dan bagian mana dari rencana yang perlu disesuaikan.

Enam Prinsip yang Memandu Pekerjaan Kami

01

Partisipasi dan Keputusan Berdasarkan Informasi

Partisipasi direncanakan sesuai dengan keputusan yang terlibat. Apabila PADIATAPA diperlukan, prosesnya harus mencerminkan orang dan hak yang bersangkutan.

02

Pengetahuan Lokal, Tenurial, dan Kelembagaan

Tim proyek menelaah cara masyarakat menggunakan lahan dan sumber daya, lembaga yang mengambil keputusan, serta bagaimana sistem tenurial formal maupun adat memengaruhi pekerjaan.

03

Peta, Survei, dan Catatan Lapangan

Peta partisipatif, data spasial, temuan survei, observasi, dan dokumen proyek digunakan untuk menentukan kegiatan dan meninjau hasil.

04

Perlindungan Lingkungan dan Sosial

Risiko potensial ditinjau selama perancangan proyek. Langkah perlindungan dan mekanisme pengaduan disesuaikan dengan lingkup proyek, mitra, serta masyarakat yang terdampak.

05

Peninjauan dan Pembelajaran

Tim melacak keluaran dan hasil yang disepakati, mencatat masalah, serta menyesuaikan kegiatan ketika informasi lapangan menunjukkan bahwa asumsi atau metode perlu diubah.

06

Tanggung Jawab yang Jelas

Sebelum pekerjaan dimulai, Hutanriau dan mitra memperjelas peran, sumber daya, persyaratan pelaporan, dan catatan yang akan dipelihara oleh setiap pihak.

Urutan Praktis Pelaksanaan Proyek

  1. Memahami konteks. Meninjau catatan yang tersedia, berdialog dengan pihak terkait, memetakan pemangku kepentingan, dan mengidentifikasi kesenjangan informasi.
  2. Menyepakati pekerjaan. Menetapkan tujuan, peran, perlindungan, titik pengambilan keputusan, dan hal-hal yang akan didokumentasikan.
  3. Melaksanakan kegiatan. Memadukan fasilitasi, pekerjaan teknis, dan pelaksanaan lapangan sesuai kebutuhan proyek.
  4. Meninjau catatan. Menilai keluaran, observasi, dan masalah bersama orang dan lembaga yang terlibat.
  5. Menentukan langkah selanjutnya. Menyesuaikan pekerjaan, mendokumentasikan pertanyaan yang belum terselesaikan, dan menyepakati langkah yang dapat diteruskan setelah proyek berakhir.

BEKERJA BERSAMA KAMI

Mari Membahas Kolaborasi Lapangan di Riau

Yayasan Hutanriau bekerja bersama kelompok masyarakat, lembaga pemerintah, lembaga penelitian, organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha, dan donor dalam proyek yang melibatkan lahan, hutan, keanekaragaman hayati, penghidupan, dan pengetahuan lokal.