Hutan, Lahan, dan Penghidupan di Riau
Yayasan Hutanriau memetakan penggunaan lahan, mendokumentasikan pengetahuan lokal, memulihkan kawasan terdegradasi, dan memantau keanekaragaman hayati bersama masyarakat dan lembaga pemerintah. Kami juga bekerja dengan kelompok produsen untuk mengembangkan penghidupan yang selaras dengan kelestarian hutan.

TENTANG KAMI
Dari Catatan Lapangan ke Keputusan Proyek
Yayasan Hutanriau adalah organisasi nirlaba independen Indonesia yang berkedudukan di Pekanbaru. Sejak 2015, kami melaksanakan pemetaan partisipatif, perencanaan penggunaan lahan, rehabilitasi hutan, pemantauan keanekaragaman hayati, pengembangan usaha masyarakat, dan penelitian lapangan di Riau serta wilayah lain di Sumatra.
Perancangan proyek dimulai dari bukti yang terdokumentasi di setiap lokasi. Pengetahuan masyarakat, peta, survei, dan catatan proyek menjadi dasar penyusunan kegiatan serta peninjauan hasil bersama masyarakat dan lembaga yang terlibat.
Enam Bidang Kerja
Enam bidang berikut mencerminkan pengalaman proyek Yayasan Hutanriau saat ini serta satu arah strategis yang sedang dijajaki. Peran kelompok masyarakat, instansi pemerintah, dan mitra lain berbeda pada setiap proyek dan lokasi.

01
Hak atas Lahan, Pemetaan, dan Tata Kelola Lokal
Pemetaan partisipatif, perhutanan sosial, persetujuan atas dasar informasi di awal tanpa paksaan, perencanaan penggunaan lahan, serta kerja bersama lembaga adat, pemerintahan desa, dan kelompok masyarakat.

02
Restorasi Ekosistem dan Adaptasi Iklim
Penilaian tapak, penanaman, pemeliharaan, dan pemantauan di hutan terdegradasi, lahan gambut, dan sempadan sungai dengan memperhatikan kondisi tata air serta risiko kebakaran.

03
Pemantauan Keanekaragaman Hayati dan Hidup Berdampingan dengan Satwa Liar
Survei lapangan, pemasangan kamera jebak, dan pemantauan bersama masyarakat untuk mendokumentasikan jenis satwa, kondisi habitat, serta interaksi antara manusia dan satwa liar.

04
Penghidupan Ramah Hutan dan Usaha Masyarakat
Pendampingan kelompok produsen dalam pengembangan hasil hutan bukan kayu, agroforestri, pengolahan lokal, akses pasar, dan pengelolaan kelompok.

05
Pengetahuan Lokal, Penelitian, dan Bukti Spasial
Penelitian lapangan, dokumentasi partisipatif, analisis Sistem Informasi Geografis, dan pemantauan bersama masyarakat untuk mendukung keputusan proyek, perencanaan publik, dan pembahasan kebijakan.

06
Arah Strategis yang Sedang Dijajaki
Pembiayaan Alam dan Integritas Lingkungan
Bidang yang sedang dijajaki mencakup data dasar lingkungan, perlindungan sosial dan lingkungan, pengaturan pembagian manfaat, serta prasyarat bagi masyarakat untuk terlibat dalam pembiayaan karbon, pembiayaan keanekaragaman hayati, atau pembayaran jasa lingkungan.
HASIL PROYEK TERPILIH
Temuan dari Catatan Proyek
Angka-angka berikut berasal dari proyek yang berbeda. Data tersebut menggambarkan kegiatan dan keluaran tertentu, bukan dampak kumulatif organisasi.
29
kelompok masyarakat didampingi dalam program rehabilitasi hutan dan lahan seluas 8.750 hektare di wilayah UPT KPH Singingi pada 2019 sampai 2021
6
desa dan nagari terlibat dalam perencanaan penggunaan lahan partisipatif di Riau dan Sumatra Barat pada 2024
67
dataset geospasial dikumpulkan dalam format shapefile untuk program Riau Satu Peta pada 2016 dan 2017
95
jenis tumbuhan obat didokumentasikan di Lubuk Bigau pada 2025
55
ramuan obat tradisional didokumentasikan di Lubuk Bigau pada 2025
Angka tersebut merujuk pada proyek-proyek terdokumentasi yang berbeda. Wilayah proyek dapat saling tumpang tindih dan tidak boleh dijumlahkan sebagai total organisasi.
PROYEK PILIHAN
Proyek Terpilih
Empat contoh dari portofolio proyek Yayasan Hutanriau.
WAWASAN TERBARU
Catatan Lapangan dan Pembelajaran Proyek
Cerita dan pengamatan dari kegiatan lapangan, penelitian, serta diskusi di Riau.
BEKERJA BERSAMA KAMI
Diskusikan Kolaborasi Lapangan di Riau
Yayasan Hutanriau bekerja sama dengan kelompok masyarakat, instansi pemerintah, lembaga penelitian, organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha, dan donor. Kami terbuka untuk berdiskusi mengenai pemetaan partisipatif, rehabilitasi hutan, pemantauan keanekaragaman hayati, penelitian, usaha masyarakat, serta program lapangan terkait.
