Dua orang berjalan melewati vegetasi hutan lebat, salah satunya membawa karung besar.

Pemantauan Keanekaragaman Hayati dan Koeksistensi dengan Satwa Liar, Penghidupan yang Selaras dengan Hutan dan Usaha Masyarakat

Penghidupan Masyarakat untuk Konservasi Hutan dan Sungai di Lubuk Bigau

Inisiatif penghidupan dan konservasi sungai yang menguji bahan minyak atsiri lokal, memperkuat keterampilan usaha masyarakat, serta menghubungkan penebaran benih ikan dengan tata kelola sungai berbasis adat di Lubuk Bigau.

  • Desa Lubuk Bigau, Kampar Kiri Hulu, Kampar
  • 2022 hingga 2023
  • Selesai

Gambaran Umum Proyek

Pada 2022 hingga 2023, Hutanriau bekerja bersama masyarakat Lubuk Bigau untuk menghubungkan penghidupan ramah hutan dengan konservasi sungai. Kegiatan ini menguji bahan tumbuhan lokal untuk produksi minyak atsiri, mendukung pembelajaran usaha secara praktis, serta memperkuat Festival Sungai dan tradisi lubuk larangan.

Ringkasan proyek

Sekilas

15 bahan

diuji dalam proses penyulingan

12 bahan

menghasilkan minyak atsiri dalam kondisi uji coba

3 uji coba

diselesaikan dengan peralatan dukungan LUSH

12.000 ikan

ditebar di empat lokasi dalam Festival Sungai

Konteks Proyek

Lubuk Bigau merupakan desa terpencil di Kampar Kiri Hulu, dekat Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling. Laporan akhir menjelaskan keterbatasan akses jalan serta kendala pada layanan pendidikan dan kesehatan setempat. Hutan dan sungai di sekitarnya berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari serta pengetahuan lokal masyarakat.

Proyek ini menggabungkan pengembangan penghidupan dan kegiatan konservasi sungai dalam satu program. Kegiatannya memadukan penelitian partisipatif mengenai tumbuhan yang berpotensi menghasilkan minyak atsiri dengan dukungan praktis untuk penyulingan, pengembangan produk, dan penguatan organisasi usaha kecil. Kegiatan sungai berpusat pada lubuk larangan, kearifan lokal masyarakat Lubuk Bigau untuk menjaga sungai dan sumber daya ikannya.

Tujuan

  • Mengidentifikasi dan menguji bahan tumbuhan setempat sebagai sumber potensial minyak atsiri.
  • Meningkatkan praktik penyulingan minyak atsiri dan menjajaki produk turunan berbahan serai wangi.
  • Mendukung pengorganisasian masyarakat, perencanaan usaha, dan pembelajaran antarpelaku usaha kecil.
  • Mendorong konservasi sungai dan menumbuhkan kembali perhatian masyarakat terhadap tradisi lubuk larangan.

Yang Dilakukan Hutanriau

  • Mengadakan diskusi dan penelusuran hutan secara partisipatif untuk mengidentifikasi bahan tumbuhan yang berpotensi menghasilkan minyak atsiri.
  • Menguji 15 bahan tumbuhan melalui penyulingan.
  • Melakukan tiga uji coba penyulingan menggunakan peralatan yang didukung LUSH dan membandingkan prosesnya dengan peralatan tradisional.
  • Menyelenggarakan dua pelatihan praktik pembuatan produk turunan serai wangi.
  • Menyelenggarakan satu pelatihan pengelolaan organisasi dan satu pelatihan penyusunan rencana usaha.
  • Melaksanakan kunjungan pembelajaran ke usaha pengolahan sabun.
  • Melepaskan 12.000 benih ikan jenis baung dan garing atau semah di empat lokasi sungai saat Festival Sungai sebagai upaya penebaran kembali di perairan lubuk larangan setempat.
  • Menyelenggarakan Festival Sungai yang mencakup kegiatan berkemah dan perlombaan delapan permainan tradisional untuk anak-anak yang mulai kurang dikenal di desa.

Hasil dan Pembelajaran

Pengujian menemukan 12 dari 15 bahan tumbuhan lokal yang menghasilkan minyak atsiri dalam kondisi uji coba. Tiga pengujian pembanding juga menghasilkan minyak yang lebih jernih dan mencatat penggunaan bahan bakar hingga 10 persen lebih rendah dibandingkan peralatan tradisional, sehingga memberi dasar praktis untuk pengujian produk dan pengembangan keterampilan lebih lanjut.

Festival Sungai menghubungkan penebaran benih ikan dengan praktik lubuk larangan dan menghidupkan kembali perhatian terhadap permainan tradisional. Penebaran 12.000 benih ikan merupakan kegiatan konservasi yang selesai dilaksanakan; proyek ini tidak memantau perubahan populasi ikan setelah penebaran.

Dokumentasi Lapangan

Foto pilihan yang mendokumentasikan kegiatan proyek, pelaksanaan lapangan, dan partisipasi masyarakat.

Merencanakan kerja lingkungan yang berakar pada konteks lokal di Riau?

Hutanriau bekerja sama dengan masyarakat, donor, lembaga pemerintah, institusi penelitian, organisasi masyarakat sipil, dan mitra sektor swasta yang bertanggung jawab.

Diskusikan Kemitraan