Black pipeline following a shallow watercourse through forest in Lubuk Bigau.

Air Bersih untuk Lubuk Bigau dan Sanitasi Sekolah di Tanjung Sari

Infrastruktur air bersih bagi 60 keluarga di Lubuk Bigau serta perbaikan sarana air dan sanitasi untuk 104 siswa dan guru di SMP Negeri Satu Atap Tanjung Sari.

  • Desa Lubuk Bigau, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau; dan Desa Tanjung Sari, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau
  • 2023
  • Selesai

Gambaran Umum Proyek

Hutanriau mendukung dua intervensi air dan sanitasi yang praktis di Kabupaten Kampar. Di Lubuk Bigau, proyek memasang sistem pengambilan, perpipaan, dan penampungan air skala masyarakat. Di Tanjung Sari, proyek memperbaiki penampungan air, utilitas, dan sarana sanitasi di sekolah menengah pertama pedesaan.

Ringkasan proyek

Sekilas

60 keluarga

dilayani sistem air bersih Lubuk Bigau

104 orang

siswa dan guru yang dilayani sarana sanitasi sekolah Tanjung Sari

Konteks Proyek

Akses terhadap sarana dasar air dan sanitasi menjadi fokus proyek tahun 2023 di dua lokasi perdesaan di Riau. Di Lubuk Bigau, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, kegiatan menjawab kebutuhan masyarakat akan akses air bersih. Di Tanjung Sari, Kecamatan Kuala Cenaku, proyek menangani sarana sanitasi di sebuah sekolah menengah pertama negeri.

Komponen di Lubuk Bigau memerlukan pembangunan sarana air yang melintasi kawasan berhutan dan tepian aliran air. Dokumentasi proyek mencatat pekerjaan di sekitar sumber air, pembangunan bak penangkap air di hulu, pengangkutan dan penyambungan pipa, pemasangan jaringan distribusi, pembangunan tempat penampungan air, serta aliran air melalui sistem yang telah dibangun.

Komponen kedua mendukung perbaikan sanitasi di SMP Negeri Satu Atap Tanjung Sari. Dokumentasi mencatat pekerjaan utilitas, persiapan struktur, penyelesaian toilet, pembangunan sarana sanitasi, dan pemasangan tangki air pada posisi yang ditinggikan di lingkungan sekolah.

Kedua komponen menunjukkan pengalaman Yayasan Hutanriau menerjemahkan kebutuhan layanan dasar yang dikenali di tingkat lokal menjadi pelaksanaan lapangan di dua wilayah perdesaan yang berbeda.

Tujuan

  • Meningkatkan akses air bersih bagi keluarga di Lubuk Bigau melalui infrastruktur air skala masyarakat.
  • Meningkatkan sarana air dan sanitasi di SMP Negeri Satu Atap Tanjung Sari.

Yang Dilakukan Hutanriau

  • Memfasilitasi diskusi dengan masyarakat Lubuk Bigau mengenai kebutuhan air dan rencana pelaksanaan.
  • Mengangkut pipa dan bahan bangunan untuk pembangunan sistem air bersih.
  • Membangun bak penangkap air di bagian hulu pada sumber air.
  • Menyiapkan, menyambungkan, dan memasang pipa distribusi melewati kawasan berhutan dan tepian aliran air.
  • Membangun tempat penampungan air di Lubuk Bigau.
  • Mendokumentasikan aliran air melalui sistem distribusi yang telah selesai dibangun.
  • Melaksanakan pekerjaan sanitasi dan utilitas di SMP Negeri Satu Atap Tanjung Sari.
  • Membangun struktur penyangga dan memasang tangki air pada posisi yang ditinggikan untuk sarana sanitasi sekolah.
  • Menyelesaikan pekerjaan toilet, ruang sanitasi, dan pekerjaan akhir terkait di lingkungan sekolah.
  • Melakukan pemantauan lapangan, dokumentasi pelaksanaan, dan pelaporan.

Hasil dan Pembelajaran

Proyek ini menghadirkan dua paket infrastruktur dasar yang saling melengkapi di dua wilayah pedesaan. Di Lubuk Bigau, sistem pengambilan, perpipaan, dan penampungan air memberi akses air bersih bagi 60 keluarga. Di SMP Negeri Satu Atap Tanjung Sari, penampungan air, utilitas, dan sarana sanitasi melayani 104 siswa dan guru.

Jalur di Lubuk Bigau harus mengikuti aliran sungai hutan dan medan sumber air yang berbatu, sehingga pembangunan dan pemasangan pipa disesuaikan dengan kondisi lapangan. Manfaat jangka panjang kini bergantung pada pengelolaan lokal, pemeliharaan, perlindungan sumber air, dan pemeriksaan berkala terhadap kondisi kedua sistem.

Dokumentasi Lapangan

Foto pilihan yang mendokumentasikan kegiatan proyek, pelaksanaan lapangan, dan partisipasi masyarakat.

Merencanakan kerja lingkungan yang berakar pada konteks lokal di Riau?

Hutanriau bekerja sama dengan masyarakat, donor, lembaga pemerintah, institusi penelitian, organisasi masyarakat sipil, dan mitra sektor swasta yang bertanggung jawab.

Diskusikan Kemitraan